Cerita Pembuat Subtitle Film, Kerjanya Bukan Sekadar Menerjemahkan

Darimana datangnya tawa?Di situ lah bahasa film berada. Darimana datangnya air mata lantaran film drama?Disitu lah translator berpujangga.
Paling sebel jikalau nonton film impor tapi teks atau subtitle-nya nggak pas sama dialognya. Mendadak mood nonton buyar.

Nah, makanya, pengisian subtitle dalam film itu emang harus dikerjakan sang orang profesional. Dialah seorang translator yang bertugas mengalih-bahasakan dialog film sebagai teks. Apalagi jikalau kita nge-gep-in terdapat teks yang terjemahannya aneh. Nggak hanya salah , tapi pula beda konteks karena beda budaya.

Pastinya, yg dipercaya lucu di Amrik, nggak selalu lucu pada Indonesia. Di situlah kiprah translator film sangat diharapkan. Lebih detil lagi, ngepasin ketika obrolan terjadi dengan keluarnya teks. Apa yang membuat seseorang mudah mengingat kutipan menurut percakapan di sebuah film drama romantis?Apa yang menciptakan penonton tertawa waktu menonton sebuah film lawak?

Yes! Tanpa disadari, hal yg kadang membuat sebuah film menarik adalah pemakaian bahasa terjemahan yg ‘ngena’.

“Biasanya, kan udah terdapat subtitle bahasa Inggrisnya tuh. Nah, gue tinggal ngepasin aja sama bahasa Indonesia-nya. Paling nge-edit sedikit, kayak semisal, munculnya subtitle itu pada dtk ke berapa, di adegan apa. Ngepasin percakapan si aktor aja izin nggak telat atau terlalu cepat muncul.” ujar Shafa Salamy Sampow, freelance film translator di sebuah media swasta pada Jakarta.

Dalam artian, alih bahasa yang digunakan ketika film itu ditayangkan telah sesuai porsinya atau pas. Nggak aneh, cocok menggunakan jalan cerita, dan mampu “dicerna” penonton karena memakai bahasa yg baik.

Selain jalan cerita, adegan, totalitas pemain dalam berakting, apa lagi yang menciptakan penonton tertawa saat menonton sebuah film action – comedy?Udah niscaya, kehandalan oleh translator punya imbas akbar dalam kesempurnaan film.

Shafa yg pernah menerjemahkan Fast & Furious lima, Robocop, The 33, dan How to Train Your Dragon ini jua menemukan tantangan begitu menerjemahkan adegan komedi.

“Orang bisa ketawa ketika nonton film lawak, semisal, niscaya lantaran beliau paham kecocokan antara subtitle yg dia baca menggunakan adegan.” celoteh Shafa yang biasa nonton duluan film luar sebelum tayang di bioskop. Wah?Nggak boleh spoiler dong ya!

Nonton Duluan

Pekerjaan sebagai translator ini sanggup diibaratkan misalnya sebagai penonton film buat dibayar. Ya, karena setiap harinya, seseorang penerjemah akan “dihidangkan” oleh film-film dari luar yang dibeli Indonesia buat kemudian ditayangkan pada bioskop-bioskop Indonesia, atau, film tersebut ditayangkan pada TV cable yang available di beberapa kota pada Indonesia. Jadi sebelum yang lain nonton kamu udah duluan!

Nah, penerjemah film wajib bisa memposisikan dirinya jua menjadi penonton, biar tau, penonton puas atau nggak.

“Tantangan lainnya, pas nerjemahin film dan gue bener-bener udah mentok, bener-bener nggak tau adalah, gue bakal tulis miring kata itu. Tinggal tunggu feedback menurut QC (Quality Control), deh! Hahaha…” papar pemuda yg kuliahnya merogoh jurusan IT di sebuah universitas negeri pada Jakarta.

Nah, jikalau engkau berminat buat jadi penerjemah film, engkau kudu siap kejar-kejaran sama deadline, yah! Bahkan, untuk film luar– yang punya sejarah nilai jual tinggi – yang akan premier pada bioskop, perusahaan akan menunjuk seorang translator yang dirasa punya kemahiran berbahasa & nantinya, penerjemah itu akan bekerja seharian penuh di dalam ruangan misteri di perusahaan tadi demi menjaga keamanan dan kebocoran jalan ceritanya.

Bagaimana cara memulai kerja menjadi translator?

1.Menerjemahkan obrolan dalam adegan-adegan.

Dua. Membuat transkrip bahasa asli film.

Tiga.Memahami penggunaan bahasa Indonesia sinkron Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Kriteria jadi translator?

1.Suka nonton film & mengikuti perkembangan film-film luar negeri.

2.Betah berlama-usang pada depan monitor buat menyimak jalan cerita film.

3.Doyan baca kitab .

Syarat Kerja:

1.Pendidikan D3 atau S1 seluruh jurusan, tapi diutamakan Sastra Inggris.

Dua.Suka nonton film dan mengikuti perkembangan film-film luar negeri.

3.Menguasai bahasa asing.

4.Bisa bekerja di bawah tekanan.

Workdays:

Senin s.D. Jumat, bergantung durasi film. Untuk talkshow yang durasinya 1 jam, mampu dikerjakan 1/2 hari.

Untuk film yg durasinya dua jam-an, sanggup dikerjakan hingga seharian.

Gaji:

1.Karyawan tetap: Rp tiga-5 juta per bulan, atau

Dua.Freelance: Bisa hingga 10 juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *